Kemajuan pengobatan anti-HIV atau obat
antiretroviral (ARV) telah memberikan harapan akan dikalahkannya
penyakit HIV/AIDS yang ditemukan sejak 30 tahun lalu. Para ilmuwan pun
optimis virus HIV bisa dihilangkan sama sekali dari dalam tubuh pasien.
Menurut
pakar penyakit AIDS dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Prof.Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM, pengertian sembuh dalam infeksi
HIV/AIDS adalah sembuh fungsional yang berarti virusnya tetap ada,
tetapi tidak berkembang. Pasien juga bisa lepas dari obat anti-HIV atau
ARV.
"Orang-orang yang mendapatkan terapi ARV dan pengobatannya
terkontrol bisa tetap sehat, produktif, dan hidup normal sampai puluhan
tahun. Bukan hanya di dunia, di Indonesia jumlahnya ribuan yang seperti
itu," katanya.
Ia menjelaskan, memang ada tiga orang yang pernah
didiagnosis positif HIV, namun kini dinyatakan sembuh total. Salah
satunya adalah seseorang yang menderita leukimia dan menerima
transplantasi sumsum tulang belakang. Setelah ditransplantasi virusnya
tak terdeteksi lagi alias sembuh total.
"Ada juga belasan orang
lainnya yang virusnya sudah tidak terdeteksi lagi dalam tubuhnya dan
hidup sehat. Tetapi mereka ini masih dalam pengawasan ketat para ahli,"
katanya.
Faktanya adalah lebih dari 70 persen orang dengan
HIV/AIDS yang mendapatkan pengobatan ARV menunjukkan peningkatan CD4
atau indikator fungsi kekebalan tubuh.
Orang-orang yang berhasil
mengendalikan virus HIV tersebut adalah mereka yang langsung
mendapatkan obat ARV selama tiga tahun begitu didiagnosa positif HIV.
Pemberian
ARV sendiri juga diwajibkan kepada ibu hamil yang positif HIV. Di
beberapa negara tindakan tersebut berhasil menekan penularan HIV dari
ibu kepada bayinya.
Di Indonesia sendiri cukup sulit karena
tidak semua ibu hamil dites HIV. Padahal, saat ini jumlah ibu rumah
tangga yang tertular HIV terus meningkat. Umumnya mereka tertular dari
suami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar